Tampilkan postingan dengan label CoretanKu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CoretanKu. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 April 2013

Seni Kaligrafi

Penulisan kaligrafi merupakan salah satu bentuk keindahan Alquran yang disebut juga seni menulis indah . Kaligrafi diciptakan dan dikembangkan oleh kaum Muslim sejak kedatangan Islam. Dibandingkan seni Islam yang lain, kaligrafi memperoleh kedudukan yang paling tinggi dan merupakan ekspresi semangat Islam yang sangat khas. Oleh karena itu, kaligrafi sering disebut sebagai 'seninya seni Islam' (the art of Islamic).
Meski karya kaligrafi identik dengan tulisan Arab, kata kaligrafi itu sendiri berasal dari bahasa Yunani (Kalios: indah dan graphia: tulisan). Sementara itu, bahasa Arab mengistilahkannya dengan khatt (tulisan atau garis) yang ditujukan pada tulisan yang indah (al-kitabah al-jamilah atau al-khatt al-jamil).
Akar kaligrafi Arab sebenarnya adalah tulisan hieroglif Mesir, yang kemudian terpecah menjadi "khatt Feniqi" (Fenisia), Arami (Aram), dan Musnad (kitab yang memuat segala macam hadits). Menurut al-Maqrizi, seorang ahli sejarah abad ke-4, tulisan kaligrafi Arab pertama kali dikembangkan oleh masyarakat Himyar (suku yang mendiami Semenanjung Arab bagian barat daya sekitar 115-525 SM). Musnad merupakan kaligrafi Arab kuno yang mula-mula berkembang dari sekian banyak jenis khatt yang dipakai oleh masyarakat Himyar. Dari tulisan tua Musnad yang berkembang di Yaman, lahirlah khatt Kufi.
Sebagai seni tulis yang melahirkan karya artistik yang bermutu tinggi, kaligrafi memiliki aturan dan teknik khusus dalam pengerjaannya. Bukan hanya pada teknik penulisan, tetapi juga pada pemilihan warna, bahan tulisan, medium, hingga pena. Secara teknis kaligrafi juga sangat bergantung pada prinsip geometri dan aturan tentang keseimbangan. Aturan keseimbangan ini secara fundamental didukung oleh huruf alif dan titik yang menjadi penanda dan pembeda bagi beberapa huruf Arab. Meski dalam perkembangannya muncul ratusan gaya penulisan kaligrafi, tidak semua gaya tersebut bertahan hingga saat ini. Ada sembilan gaya penulisan kaligrafi yang populer yang dikenal oleh para pecinta seni kaligrafi.

Jenis Kaligrafi Kufi

1. Kufi

Gaya penulisan kaligrafi ini banyak digunakan untuk penyalinan Alquran periode awal. Karena itu, gaya Kufi ini adalah model penulisan paling tua di antara semua gaya kaligrafi. Gaya ini pertama kali berkembang di Kota Kufah, Irak, yang merupakan salah satu kota terpenting dalam sejarah peradaban Islam sejak abad ke-7 M. Gaya penulisan kaligrafi yang diperkenalkan oleh Bapak Kaligrafi Arab, Ibnu Muqlah, memiliki karakter huruf yang sangat kaku, patah-patah, dan sangat formal. Gaya ini kemudian berkembang menjadi lebih ornamental dan sering dipadu dengan ornamen floral

Gaya Kaligrafi Tsuluts

2. Tsuluts

Seperti halnya gaya Kufi, kaligrafi gaya Tsuluts diperkenalkan oleh Ibnu Muqlah yang merupakan seorang menteri (wazii) di masa Kekhalifahan Abbasiyah. Tulisan kaligrafi gaya Tsuluts sangat ornamental, dengan banyak hiasan tambahan dan mudah dibentuk dalam komposisi tertentu untuk memenuhi ruang tulisan yang tersedia. Karya kaligrafi yang menggunakan gaya Tsuluts bisa ditulis dalam bentuk kurva, dengan kepala meruncing dan terkadang ditulis dengan gaya sambung dan interseksi yang kuat. Karena keindahan dan keluwesannya ini, gaya Tsuluts banyak digunakan sebagai ornamen arsitektur masjid, sampul buku, dan dekorasi interior.


Gaya Kaligfari Naskhi

3. Naskhi

Kaligrafi gaya Naskhi paling sering dipakai umat Islam, baik untuk menulis naskah keagamaan maupun tulisan sehari-hari. Gaya Naskhi termasuk gaya penulisan kaligrafi tertua. Sejak kaidah penulisannya dirumuskan secara sistematis oleh Ibnu Muqlah pada abad ke-10, gaya kaligrafi ini sangat populer digunakan untuk menulis mushaf Alquran sampai sekarang. Karakter hurufnya sederhana, nyaris tanpa hiasan tambahan, sehingga mudah ditulis dan dibaca.


Gaya Kaligfrafi Riq'ah

4. Riq'ah

Kaligrafi gaya Riq'ah merupakan hasil pengembangan kaligrafi gaya Naskhi dan Tsuluts. Sebagaimana halnya dengan tulisan gaya Naskhi yang dipakai dalam tulisan sehari-hari. Riq'ah dikembangkan oleh kaligrafer Daulah Usmaniyah, lazim pula digunakan untuk tulisan tangan biasa atau untuk kepentingan praktis lainnya. Karakter hurufnya sangat sederhana, tanpa harakat, sehingga memungkinkan untuk ditulis cepat.



Gaya Kaligrafi Raihani

5. Ijazah (Raihani)

Tulisan kaligrafi gaya Ijazah (Raihani) merupakan perpaduan antara gaya Tsuluts dan Naskhi, yang dikembangkan oleh para kaligrafer Daulah Usmani. Gaya ini lazim digunakan untuk penulisan ijazah dari seorang guru kaligrafi kepada muridnya. Karakter hurufnya seperti Tsuluts, tetapi lebih sederhana, sedikit hiasan tambahan, dan tidak lazim ditulis secara bertumpuk (murakkab).


Gaya Kaligrafi Diwani

6. Diwani

Gaya kaligrafi Diwani dikembangkan oleh kaligrafer Ibrahim Munif. Kemudian, disempurnakan oleh Syaikh Hamdullah dan kaligrafer Daulah Usmani di Turki akhir abad ke-15 dan awal abad ke-16. Gaya ini digunakan untuk menulis kepala surat resmi kerajaan. Karakter gaya ini bulat dan tidak berharakat. Keindahan tulisannya bergantung pada permainan garisnya yang kadang-kadang pada huruf tertentu meninggi atau menurun, jauh melebihi patokan garis horizontalnya. Model kaligrafi Diwani banyak digunakan untuk ornamen arsitektur dan sampul buku.

Gaya Kaligrafi Diwani Jali

7. Diwani Jali

Kaligrafi gaya Diwani Jali merupakan pengembangan gaya Diwani. Gaya penulisan kaligrafi ini diperkenalkan oleh Hafiz Usman, seorang kaligrafer terkemuka Daulah Usmani di Turki. Anatomi huruf Diwani Jali pada dasarnya mirip Diwani, namun jauh lebih ornamental, padat, dan terkadang bertumpuk-tumpuk. Berbeda dengan Diwani yang tidak berharakat, Diwani Jali sebaliknya sangat melimpah. Harakat yang melimpah ini lebih ditujukan untuk keperluan dekoratif dan tidak seluruhnya berfungsi sebagai tanda baca. Karenanya, gaya ini sulit dibaca secara selintas. Biasanya, model ini digunakan untuk aplikasi yang tidak fungsional, seperti dekorasi interior masjid atau benda hias.

Gaya Kaligrafi Farisis

8. Farisi

Seperti tampak dari namanya, kaligrafi gaya Farisi dikembangkan oleh orang Persia dan menjadi huruf resmi bangsa ini sejak masa Dinasti Safawi sampai sekarang. Kaligrafi Farisi sangat mengutamakan unsur garis, ditulis tanpa harakat, dan kepiawaian penulisnya ditentukan oleh kelincahannya mempermainkan tebal-tipis huruf dalam 'takaran' yang tepat. Gaya ini banyak digunakan sebagai dekorasi eksterior masjid di Iran, yang biasanya dipadu dengan warna-warni arabes.

Gaya Kaligrafi Moalla

9. Moalla

Walaupun belum cukup terkenal, gaya kaligrafi Moalla merupakan gaya yang tidak standar, dan tidak masuk dalam buku panduan kaligrafi yang umum beredar. Meski tidak begitu terkenal, kaligrafi ini masih masuk dalam daftar jenis-jenis kaligrafi dalam wikipedia Arab, tergolong bagian kaligrafi jenis yang berkembang di Iran. Kaligrafi ini diperkenalkan oleh Hamid Ajami, seorang kaligrafer kelahiran Teheran.



Sumber: nikinisa.blogspot.com

Senin, 15 April 2013

Kisah Muslim (Seorang Wanita Menasehati sang Alim)

kisah-kisah wanita shalihah

Dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Agama adalah nasihat.” Lalu dikatakan, “Untuk siapa, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Untuk Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, para kaum muslimin, dan seluruh kaum muslimin.”
Memang benar, sebuah nasihat akan banyak membawa manfaat apabila nasihat tersebut bersumber dari ilmu yang terambil dari al-Qur’an dan as-Sunnah. Namun, sebuah nasihat yang tidak berlandaskan ilmu, justru akan membawa malapetaka dan kehancuran, karena pada hakikatnya hal itu bukanlah nasihat, melainkan bisikan-bisikan dan was-was setan. Masalahnya, apakah sebuah nasihat hanya boleh dilakukan oleh kaum laki-laki saja dan tidak mungkin dilakukan oleh kaum wanita?
berikut ini menunjukkan, bahwa kaum Hawa pun dapat memberikan andil dalam memberikan nasihat dan amar ma’ruf nahi munkar sesuai dengan kemampuan mereka. Semoga bermanfaat. Allahul-Muwaffiq.
Alkisah
Imam Malik rahimahullah meriwayatkan sebuah kisah dalam kitab al-Muwaththa, dari Yahya bin Sa’id dari al-Qasim bin Muhammad, bahwa dia berkata, “Salah satu istriku meninggal dunia, lalu Muhammad bin Ka’ab al-Qurazhi mendatangiku untuk bertakziah atas (kematian) istriku, lalu beliau mengatakan,
‘Sesungguhnya, dahulu di zaman Bani Israil ada seorang laki-laki yang faqih, alim, abid, dan mujtahid. Dia memiliki seorang yang sangat ia kagumi dan cintai. Lalu meninggallah sang tersebut, sehingga membuat hatinya sangat sedih. Dia merasa sangat berat hati menerima kenyataan tersebut, sampai-sampai ia mengunci pintu, mengurung diri di dalam rumah, dan memutus segala hubungan dengan manusia, sehingga tidak ada seorang pun yang dapat bertemu dengannya.
Lalu ada seorang wanita cerdik yang mendengar berita tersebut, maka dia pun datang ke rumah Sang Alim seraya mengatakan kepada manusia, “Sungguh, saya sangat memerlukan fatwa darinya dan saya tidak ingin mengutarakan permasalahan saya, melainkan harus bertemu langsung dengannya.” Akan tetapi, semua manusia tidak ada yang menghiraukannya. Walau demikian, ia tetap berdiri di depan pintu menunggu keluarnya Sang Alim. Dia berujar, ‘Sungguh, saya sangat ingin mendengarkan fatwanya. Lalu, salah seorang menyeru, ‘(Wahai Sang Alim) sungguh di sini ada seorang wanita yang sangat menginginkan fatwamu.’ Dan wanita itu menambahkan, ‘Dan aku tidak ingin mengutarakannya melainkan harus bertemu langsung dengannya tanpa ada perantara.’ Akan tetapi, manusia pun tetap tidak menghiraukannya. Meski demikian, dia tetap berdiri di depan pintu dan tidak mau beranjak.
Akhirnya, Sang Alim menjawab, ‘Izinkanlah dia masuk.’ Lalu, wanita itu pun masuk dan mengatakan, “Sungguh, aku datang kepadamu karena suatu pemasalahan.’ Sang Alim menjawab, “Apakah pemasalahanmu?’ Wanita memaparkan, “Sungguh, aku telah meminjam perhiasan kepada salah satu tetanggaku dan aku selalu memakainya sampai beberapa waktu lamanya, lalu suatu ketika mereka mengutus seseorang kepadaku untuk mengambil kembali barang itu kepadanya?’ Maka, Sang Alim menjawab, ‘Iya, demi Allah, engkau harus memberikan kepada mereka.’ Lalu sang wanita menyangkal, ‘Tetapi, aku telah memakainya sejak lama sekali.’ Sang Alim menjawab, ‘Tetapi mereka lebih berhak untuk mengambil kembali barang yang telah dipinjamkan kepadamu sekalipun telah sejak lama.’ Lalu, wanita itu mengatakan, ‘Wahai Sang Alim, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmatimu. Mengapakah engkau juga merasa berat hati untuk mengembalikan sesuatu yang telah dititipkan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepadamu, lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala ingin mengambil kembali titipan-Nya, sedang Dia lebih berhak untuk mengambilnya darimu?’ Maka, dengan ucapan itu tersadarlah Sang Alim atas peristiwa yang sedang menimpanya dan Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjadikan perkataan si wanita tersebut dapat bermanfaat dan menggugah hatinya.
Kisah di atas diriwayatkan oleh Imam Malik dalam al-Muwaththa dalam kitab al-Jana’iz Bab Jami’ul-Hasabah fil-Mushibah (163).
Syaikh Syu’aib al-Arna’uth dalam tahqiq beliau terhadap kitab Jami’ul-Ushul (6/339) berkata, “Kisah di atas sampai kepada Muhammad bin Ka’ab al-Qurazhi dengan sanad shahih.”
Ibrah

Musibah adalah ujian dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebagai pengukur keimanan hamba. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّى نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنكُمْ وَالصَّابِرِينَ وَنَبْلُوَا أَخْبَارِكُمْ
Dan sesungguhnya, Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.” (Qs. Muhammad: 31).
Kesabaran sangat dibutuhkan tatkala kita dilanda musibah. Kewajiban setiap muslim ketika mendapat musibah ialah mengharap kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala pahala dan ganti yang lebih baik. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita membaca doa tatkala tertimpa suatu musibah. Beliau mengatakan,
مَا مِنْ مُسْلِمٍ تُصِيْبُهُ مُصِيْبَةٌ فَيَقُوْلُ مَا أَمَرَهُ اللهُ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أَجِرْنِي مِصِيْبَتِي وَأَخْلِفُ لِي خَيْرًا مِنْهَا إِلاَّ أَخْلَفَ اللهُ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا
Tidaklah seorang muslim yang tertimpa suatu musibah lalu membaca sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah (yaitu), ‘Sesungguhnya kami milik Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kepada-Nya jualah kita akan dikembalikan. Ya Allah, berilah pahala pada musibah yang menimpaku dan berilah ganti yang lebih baik darinya’ melainkan Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberinya ganti yang lebih baik daripada yang sebelumnya.’” (HR. Musim, 4/475, at-Tirmidzi, 11/417, Ahmad, 33/82).
Dengan demikian, sungguh sangatlah indah perkara yang terjadi pada diri seorang muslim. Karena semua perkara yang menimpanya –berupa kenikmatan maupun kesulitan, kelapangan maupun musibah— semuanya adalah baik baginya, sebagaimana yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sifatkan dalam sabdanya,
عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ لِلْمُؤْمِنِ إِنَّ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
Sungguh mengherankan perkara (urusan) orang muslim, semua perkara (urusan)nya baik dan hal itu tidaklah terjadi kecuali pada diri seorang muslim. (HR. Muslim. 14/280).
Beratnya cobaan sering menjadikan manusia lupa dengan takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kita semua adalah milik Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan kepada-Nya pulalah kita akan dikembalikan. Namun, kebanyakan manusia tidak menyadari hal ini, sehingga mereka melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh syariat. Mereka berlarut-larut dalam kesedihan, sehingga melalaikan dirinya sendiri. Bahkan, terkadang mereka berteriak-teriak histeris, memukul-mukul wajah, merobek-robek baju, dan mengeluarkan ucapan-ucapan yang dilarang oleh syariat, padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَطَمَ الْخُدُودَ وَشَقَّ الْجُيُوبَ وَدَعَا بِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ
Bukan termasuk golongan kami seorang yang menampar-nampar pipi, merobek-robek baju, dan menyeru dengan seruan-seruan jahiliah.” (HR. Bukhari, 5/41, at-Tirmidzi, 4/119, an-Nasa’i, 6/408).
Bersedih adalah suatu kewajaran terutama karena ditinggal oleh orang-orenga yang sangat dicintai. Akan tetapi, janganlah kesedihan tersebut melampaui batas dari yang dibolehkah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ الْعَيْنَ تَدْمَعَ وَالْقَلْبَ يَحْزَنُ وَلاَ نَقُولُ إِلاَّ مَا يُرْضِي رَبَّنَا
Mata boleh menangis, hati boleh bersedih, tetapi kita tidak berkata-kata kecuali hanya (dengan perkataan) yang diridhai oleh Rabb (Tuhan –ed.) kita.” (HR. al-Bukhari: 5/57).
Memang, setang sangatlah lihai dalam mencari celah untuk menjerumuskan anak Adam. Dari sinilah pentingnya saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنفَعُ الْمُؤْمِنِينَ
Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.” (Qs. adz-Dzariyat: 55).
Hanya saja, cara kita memberikan nasihat harus benar-benar diperhatikan. Cara menasihati seorang waliyul-amri (penguasa) berbeda dengan cara menasihati rakyat. Menasihati orang tua berbeda dengan cara menasihati anak kita sendiri. Demikian pula, cara menasihati seorang yang alim yang memiliki pengaruh dan ucapan yang didengar oleh masyarakat hendaklah berbeda dengan cara kita menasihati seorang yang awam. Hendaklah menasihati dengan cara yang lembut, dengan kata-kata yang halus, dan tidak dilakukan di depan khalayak ramai, sebagaimana yang telah dilakukan wanita tersebut. Mudah-mudahan dengan itu mereka akan tersadar dan kembali pada jalan yang benar. Karena, seorang alim bukanlah orang yang ma’shum yang terbebas dari kesalahan. Mereka pun manusia biasa yang banyak melakukan kesalahan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاؤٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُونَ
Setiap anak Adam banyak melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang bertaubat darinya.” (HR. at-Tirmidzi, 9/59, Ibnu Majah, 12/302, Ahmad, 26/123).
Mutiara Kisah

Beberapa pejalaran penting yang dapat kita rangkum dari kisah di atas adalah:
1.      Terkadang seorang ahlul ilmi dapat lupa dan lalai dari ilmu yang selama ini ia ajarkan. Sebagaimana kisah Sang Alim yang faqih di atas, dia telah lupa terhadap apa yang selama ini selalu dia ajarkan tentang wajibnya seorang untuk tetap bersabar di kala terkena musibah.
2.      Kewajiban bagi para ahlu ra’yi dan yang siapa saja yang memiliki pemahaman, hendaklah mengingatkan saudaranya yang lain dari hal-hal yang terkadang terlalaikan darinya. Dan hal ini tidak terbatas hanya dilakukan oleh kaum laki-laki saja, melainkan kaum wanita pula apabila memang memiliki kemampuan dalam hal tersebut. Tentunya hal itu dilakukan apabila aman dari fitnah dan tidak melanggar larangan dan keharaman Allah Subhanahu wa Ta’ala, seperti yang telah dilakukan oleh wanita dalam kisah di atas yang dapat menyadarkan kembali seorang alim yang tengah lalai dari peristiwa besar yang menimpanya.
3.      Ilmu dan pemahaman adalah titik temu yang menjadi persamaan antara laki-laki dan wanita, karena ilmu bukanlah hak yang dimonopoli oleh kaum laki-laki saja. Kaum wanita pun berhak mengenyam ilmu dan pemahaman. Bahkan, kejadian-kejadian yang terjadi pada diri seorang wanita menuntut mereka untuk lebih mengilmui hukum-hukum syariat. Thaharoh (bersuci), mendidik anak, dan lain-lain adalah permasalahan yang sangat membutuhkan ilmu dan pemahaman yang benar.
4.      Pentingnya membuat suatu permisalan dalam menjelaskan suatu permasalahan, karena sebuah contoh dapat menggambarkan suatu masalah dengan lebih jelas. Dan ini pulalah metode al-Qur’an dalam menjelaskan sebuah permasalahan. Perhatikanlah ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menjelaskan tentang kalimat tauhid dan kalimat-kalimat kekufuran. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللهُ مَثَلاً كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَآءِ {24} تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللهُ اْلأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ {25} وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ اجْتُثَّتْ مِن فَوْقِ اْلأَرْضِ مَالَهَا مِن قَرَارٍ
Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Rabb-nya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat: Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun.” (Qs. Ibrahim: 24-26).
5.      Disenangi menghibur manusia dengan menyebutkan kabar-kabar orang-orang terdahulu dan kisah-kisah berharga yang sarat dengan pelajaran. Terlebih apabila kisah-kisah tersebut bersesuaian dengan keadaan orang yang sedang diberi nasihat, karena metode yang demikian akan lebih menggugah hatinya dan menyadarkan dari kelalaiannya sehingga ia dapat terhibur dan mengambil pelajaran dari kisah-kisah tersebut.
Wallahu A’lam.
Sumber: Majalah Al Furqon, Edisi 4 th. ke-8 1429 H/2008
Artikel www.KisahMuslim.com dengan pengubahan tata bahasa seperlunya.

Rabu, 10 April 2013

Kisah Nyata,Aneh Tapi Nyata Lima Kutukan Yang Mengerikan

1. Manusia Es Terkutuk
Oetzi, atau manusia es, begitulah ia dikenal, ditemukan di Puncak Gunung antara Austria dan Italia pada tahun 1991. Selama 13 tahun selanjutnya, tujuh orang yang berhubungan dengan temuannnya, tewas. Dalam beberapa kasus, kematian mereka tampak seperti kematian biasa, namun empat kematian di antaranya cukup ganjil atau mengenaskan.
Kematian pertama terjadi tahun 1992 ketika Rainer Henn, ahli patologi forensik yang menyimpan Oetzi ke dalam sebuah kantung mayat dengan tangan telanjangnya, tewas akibat tabrakan mobil dalam perjalanan menuju sebuah konferensi dunia untuk membahas Manusia Es tersebut. Berikutnya, Kurt Fritz, pemandu gunung yang mengantarkan Henn ke Oetzi, dan yang membuka wajah Oetzi, tewas tertimbun tanah longsor. Orang nomor tiga, yang mem-film-kan penemuan Oetzi, meninggal akibat tumor otak.
Daftar korban semakin menyeramkan: Helmut Simon, yang dengan istrinya adalah orang yang pertama kali menemukan Manusia Es tersebut, menghilang selama 8 hari pada tahun 2004. Ketika tubuhnya ditemukan wajahnya menunduk di dalam tumpukan es, dimana ia telah jatuh dari karang terjal setinggi 300 kaki. Dieter Warnecke, kepala tim penyelamatan yang menemukan Helmut, tewas akibat serangan jantung satu sjam setelah penguburan Helmut.
Pria nomor enam, Konrad Spindler, meninggal akibat komplikasi yang disebabkan oleh Multiple Sclerosis enam bulan setelah kutipannya disebarkan “Menurut saya, kejadian ini hanya sampah. Ini hanya buatan media saja. Anda akan mengatakan bahwa sayalah korban selanjutnya.”
Yang ketujuh dan yang terakhir (sejauh ini) adalah tahun 2005: Tom Loy, seorang ilmuwan yang menemukan darah manusia pada pakaian dan senjata Oetzi, meninggal akibat penyakit darah turunan. Kejadian ini biasanya dianggap tidak lebih dari kematian alami tetapi tidak apabila melihat kenyataan bahwa ia didiagnosa pada tahun 1992, satu tahun setelah mulai bekerja dengan Manusia Es tersebut. Berdasarkan kejadian-kejadian ini, mungkin kamu akan menjadi korban selanjutnya karena membaca artikel ini!
Bukti menunjukkan bahwa Manusia Es mengalami akhir yang kejam, ditembak dengan sebuah anak panah sebelum kepalanya tertampar keras. Jadi pada dasarnya, Oetzi adalah korban pembunuhan klasik yang tertinggal di pegunungan sehingga menjadi mumi di sebuah kuburan tak bertanda.
2. Makam Terkutuk
Tentu saja, jika kamu ingin cerita kutukan tentang mumi berukuran besar, kamu perlu sejarah yang benar-benar mengerikan seperti makan terkutuk Timur. Timur (8 April 1336 – 18 Februari 1405), dikenal sebagai Tamerlane, adalah seorang penakluk wilayah Asia Barat, Selatan dan Tengah dari Turki, dan pendiri dinasti Timurid (1370–1405) di Asia Tengah, dan kakek yang sangat-sangat agung dari Babur, pendiri Dinasti Mughal, yang bertahan sebagai Kekaisaran Mughal di India sampai 1857.
Setelah mendapatkan gelar Raja Agung (Great Khan) tahun 1369, Timur meluncurkan sebuah kampanye mengerikan dari Persia ke Rusia Selatan Timur yang bisa membuat kakek Genghis bangga — membuat piramida dari 70 ribu tengkorak manusia di India Utara, kemungkinan karena ia lelah membawa semua mayat.
Ketika Timur tewas tahun 1405, ia dikebumikan di kompleks Gur-e Amir di Samarkand, Uzbekistan. Sebuah lempeng giok hijau megah yang pernah digunakan sebagai singgasana Kabek Khan ditempatkan di sekitar makam Timur dan ditutup dengan tulisan Arab tentang betapa mengagumkannya orang Mongol ini, dan, untuk memastikan tidak ada orang yang mengganggu mayat Timur ini, kata-kata “Ketika Aku bangkit dari kubur, dunia akan bergetar”, mengingatkan kita dengan ramalan Vigo di film Ghostbusters II.
Cukup pasti, tahun 1941, Stalin mengutus ahli arkeologi Mikhail Mikhaylovich Gerasimov untuk menggali kuburan Timur. Ingat tentang terobosan-terobosan arkeologis di Tanis dan Iskenderun?
Menurut Kaumov, para orang tua Uzbek setempat sangat marah terhadap penggalian tersebut: “Para orang tua ini menunjukkan kami sebuah buku yang berkata bahwa makam Timur tidak boleh dibuka, karena bisa memicu peperangan. Saat itu saya masih muda dan tidak terlalu bijak. Saya tidak terlalu memperhatikan kejadian tersebut. Pada tanggal 21 Juni kami membongkar tengkorak Timur. Kemudian, tanggal 22 Juni perang dengan Jerman dimulai.”
Dengan kata lain, kurang dari 24 jam setelah membuka kuburan yang mengancam akan “membuat dunia bergetar” apabila terganggu, para tentara Stalin melihat Hitler meluncurkan Operasi Barbarossa: serangan paling terbesar dan paling brutal di Perang Dunia II.
Setelah kehilangan jutaan tentara dan warga Soviet, orang-orang Rusia tersebut akhirnya mengembalikan Timur ke makamnya dengan tata cara pemakaman Islami sepenuhnya tanggal 20 Desember 1942. Pada waktu yang sama di sisi lawan negara tersebut, Operasi Badai Musim Dingin (Operation Winter Storm), upaya terakhir Jerman untuk lari dari penghancuran di Stalingrad, gagal.
Peringatan bagi pembaca uniknya.com agar menjauh dari makam Timur. Dan kirimkan beberapa bunga ke arkeologis yang memiliki gagasan brilian untuk mengembalikan peninggalan-peninggalan Timur pada waktu yang tepat sehingga mencegah Nazi memenangkan Perang Dunia II. Siapa pun itu.
3. Musisi Terkutuk
Meski kamu tidak mengenali istilah ini, “27 Club” (Klab 27) berkaitan dengan beberapa orang yang hampir pernah kamu dengar. Tahu Brian Jones, Jimi Hendrix, Janis Joplin, Jim Morrison dan Kurt Cobain? Kelima tokoh tersebut terkenal bukan hanya karena telah menjadi ikon generasi dan kebudayaan, namun mereka juga sama-sama terkenal karena telah memilih tewas di umur 27.
Jones tenggelam di sebuah kolam, Hendrix sesak nafas, Joplin over dosis heroin, Morrison kemungkinan sama dengan Joplin, dan Cobain menembak mukanya sendiri (Ok, mungkin Cobain sedikit licik dengan sengaja membunuh dirinya). Namun, itu hanya 5 kasus yang paling terkenal. Nyatanya, ada 41 anggota dari apa yang disebut 27 Club, semuanya berawal dari Alexandre Levy, yang meninggal bulan Januari 1892. Kemudian Louis Chauvin, musisi ragtime, tewas tahun 1908 akibat Neurosyphillitic sclerosis.
Dan kemudian ada Robert Johnson, pria yang dipercaya sebagai penemu blues, yang tewas pada usia 27 tahun 1938. Ada cerita legenda bahwa Johnson menjual jiwanya kepada Setan atau kita sebut saja Devil agar bisa menciptakan musik hebat, jadi mungkin Devil tersebut menganggap usia 27 adalah usia yang tepat untuk diambil.
Orang yang paling baru dalam daftar 27 Club, musisi asal Zambia bernama Lily Tembo, tewas bulan September 2009. Sepertinya ada sesuatu seperti garis perak bagi semua kejadian tersebut dimana para bintang ini tidak dapat hidup cukup lama.
4. Pernikahan Terkutuk
Menikah adalah salah satu urusan terbesar dalam hampir semua kehidupan orang, dan biasanya wanita selalu ketakutan terhadap hal-hal kecil sampai acara pernikahan selesai. Namun, berbeda dengan pernikahan terkutuk Maria Vittoria dal Pozzo, Putri della Cisterna ke-6 yang jauh, jauh lebih buruk.
Ketika pangeran Amedeo dari Savoy mengumumkan bahwa ia akan menikahi Maria, Raja Victor Emmanuel II dari Italia sangat tidak menyetujui pernikahan tersebut. Untuk satu alasan, ia pikir anaknya yang  tampan bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dari “wanita bangsawan” tersebut. Kedua, pilihan anak Raja Victor tersebut bukan keturunan kerajaan. Pada dasarnya, Raja Victor adalah seorang pria yang memiliki standar tinggi.
Meskipun demikian, Pangeran Amedeo I menikahi Putri Maria pada tanggal 30 Mei, 1867 di sebuah peristiwa yang bisa disebut sebagai pernikahan paling terkutuk di dalam catatan sejarah.
Di hari pernikahan, rombongan pengantin tersebut menemukan wanita yang bertanggung jawab untuk membuat pakaian sang Putri mati dengan memakai gaun pengantin tersebut. Maka, Maria yang percaya takhayul bersikeras untuk menikah dengan gaun yang berbeda.
Kemudian, ketika rombongan pengantin sedang dalam perjalanan dari istana menuju gereja, kolonel yang memimpin prosesi tersebut jatuh dari kudanya dan meninggal akibat sunstroke (serangan jantung yang disebabkan oleh sinar matahari). Setelah mereka menemukan pengganti kolonel tersebut, rombongan tersebut terhenti lagi di gerbang istana, yang untuk alasan tertentu menolak untuk dibuka. Penjaga gerbang yang ditugaskan tergeletak mati tertutup oleh banyak darah.
Segera setelah pernikahan, pria terbaik memberi hormat kepada pasangan tersebut dengan menembak dirinya di kepala. Rombongan tersebut dengan cepat pergi ke stasiun kereta api, mungkin mereka ingin naik kereta untuk pergi keluar kota. Pria yang menulis kontrak pernikahan pun mengalami “gangguan apopleksia,” pendarahan internal besar-besaran – biasanya dalam otak – yang hampir menyebabkan kematian. Setelah itu, kepala stasiun kereta api tersebut tertarik oleh kereta kuda pengantin.
Pada titik ini, Raja Victor Emmanuel II sadar bahwa pernikahan ini akan membebani dia dengan biaya pemakaman, dan memerintahkan agar tak seorang pun yang menggunakan kereta api dan malah berjalan kaki secara diam-diam kembali ke istana sebelum para dewa sadar bahwa ada orang lain yang lupa untuk dibunuh. Pembatalan tersebut berjalan sangat baik sekali sampai Pangeran dari Castiglione juga terseret di bawah kereta kuda pengantin.
Pangeran tersebut adalah yang terakhir tewas, namun pernikahan pembawa sial antara Maria Vittoria dal Pozzo dan Pangeran Amadeo I secara resmi tidak berakhir sampai sepuluh tahun kemudian ketika Putri Maria meninggal setelah komplikasi saat melahirkan pada usia 29.
5. Nomor Telepon Terkutuk
Ponsel bisa menjadi kutukan untuk sejumlah alasan tertentu, dari pesan teks spam yang tak berakhir sampai ke bunyi dering di tengah-tengah pencurian permata. Tapi setidaknya, ponsel tidak dapat membunuh kamu.
Kecuali nomor 0888-888-888.
Nomor tersebut asalnya dikeluarkan di Bulgaria pada awal 2000an dan telah melewati beberapa tangan. Setiap orang yang memilikinya, mati.
Nomor tersebut berasal dari Mobitel, sebuah perusahaan telepon di Bulgaria, dan sampai saat ini, nomor tersebut telah mengambil 3 nyawa. Tahun 2001, pemilik asal sekaligus CEO Mobitel Vladimir Grashnov tewas oleh kanker. Nomor tersebut kemudian diberikan ke bos mafia bernama Konstantin Dimitrov, yang tertembak mati ketika makan malam dengan seorang model pada tahun 2003. Terakhir, nomor ini sampai ke tangan usahawan bernama Konstantin Dishliev yang ditembak di luar sebuah restoran khas India di ibukota Bulgaris pada tahun 2005.
Kedua Konstantin tersebut adalah penjahat (yang pertama adalah bos mafia dan kedua adalah usahawan korup di perusahaan obat-obatan) dan kemungkinan dibunuh oleh orang Rusia yang tidak menyukai persaingan, namun ada sesuatu yang menyeramkan tentang dua orang yang memiliki kesamaan nama ini dalam hal kesamaan jenis usaha yang keduanya mati dengan cara yang sama pada lokasi yang sama ketika membawa ponsel dengan nomor yang sama.
Sejak itu Mobiltel telah mencabut nomor tersebut tanpa pasti. Ketika ditanya tentang rangkaian peristiwa tersebut, perwakilan dari Mobiltel menjawab “Kami tidak punya komentar. Kami tidak akan membahas nomor orang.”

Jumat, 29 Maret 2013

Kisah Aneh Orang Tersambar Petir

Petir memang sangat menakutkan jika kita sampai tersambar petir resiko yang didapatkan adalah kematian, nah berikut ini ada beberapa kisah aneh dari orang orang yang pernah tersambar petir penasaran seperti apa simak berikut ini.
1. Tim sepak bola yang tewas tersambar petir ketika pertandingan

Kejadian ini terjadi di Republik Kongo ketika pertandingan sepak bola antara Bena Tshadi  melawan tim tamu Basanga, 11 pemain sepak bola tewas akibat sambaran petir yang meninggalkan tim lainnya terluka, Tiga puluh orang lainnya menerima perawatan di lapanganpertandingan. Saat petir melanda tim tamu sekor dalam keadan imbang 1-1 dalam pertandingan sepak bola di timur Provinsi Kasai. Anehnya tim tuan ruamha selamat dari serangan petir dan tampa luka sedikitpun.
2. Selamat setelah 7 kali di sambar petir

Sullivan diakui oleh Guinness World Records sebagai orang terbanyatersambar petir dan yang masih hidup. Ijuga mendapatkan julukan sebagi manusia petir karena tidak mati ketika di sambar petir, namun pria ini mati akibat bunuh diri yang di lakukanya akibat cintanya di tolak pada usia 71 tahun.
3. Pasangan  disambar petir saat mereka berhubungan seks di luar ruangan

Pasangan Jens Gottlieb, 36 dan  pacarnya Lisa Gruhn28  memutuskan untuk melakukan hubungan seks di tempat semak semak ketika badai  berlangsung namun naas nya mereka di sambar petir. Pasangan yang ketakutan berlari keluar dari semak sambil telanjang dan lari dalam hujan lebat yang diikuti sambaran petir.
4. Anak 13 tahun yang tersambar petir di 13:13 pada hari Jumat tanggal 13

Pada bulan Agustus 2010, seorang remaja Inggris pada hari jumat tanggal 13  jam 13:12 bisa di bilang hari sial bagi remaja ini sebap d  di antara kerumunan 170.000 orang menonton layar penerbangan di Festival Udara Lowestoft Seafront hanya dia yang tersambar petir. Para medis yang menolong bocah ini mengatakan kejadian ini sunguh aneh sebap kejadian ini terjadi pada 13:13 pada hari Jumat 13 untukngnya bocah ini tidak mengalami cidera yang cukup parah hanya luka bacakar kecil yang di deritanya.
5. Pengendara motor yang penisnya tersambar petir

Ante Djindjic 29 tahun sunguh mengalami kejadin yang sangat malang sekali penisnya tersambar petir ketika ia turun dari motornya untuk buang air kecil dipingir jalan. Kejadian ini hanya membuatnya mengalami luka bakar dan tidak menggangu fungsi penisnya.
6. Seorang gadis remaja selamat dari sambaran petir menakutkan setelah ia diselamatkan oleh kabel iPod-nya.

Sebuah petir menakutkan menyambar  terjadi ketika Sophie Frost dan pacarnya Mason  berteduh di sebuah pohon ketika hujan. Dokter percaya Sophie selamat dari gelombang sambaran petir berkrkuatan  300.000 volt karena kawat gadget yang dibawanya mengalihkan arus petir sehinga  organ-organ vital selamat dari sambaran petir. Remaja tersebut dibawa ke rumah sakit dan dan kini telahpulih dari luka bakar di dada dan kakinya sementara Mason menderita kerusakan pada matanya. Sophie akan bersyukur dia memakai iPod, yang  diberi oleh neneknya empat hari   sebagai hadiah dari neneknya.
7. Gadis yang disambar petir di hari yang cerah

Ketika hari sedang cerah secara tiba tiba petir menyambar gadis 11 tahun. Petir menyambar Britney saat ia sedang berjalan menuruni bukit di North Strabane Township bersama seorang temannya pada pukul 2 siang. Tiba tiba petir menyambar di bahu kirinya, dokter yang merawatnya mengatakan Britney hanya mengalami patah tangan dan organ yang lainya dinyatakan tidak apa apa.
8. Wanita terkena petir yang keluar dari pantat nya

Seorang wanita Kroasia tersambar petir yang masuk dari mulutnya dan keluar dari pantatnya. Ketika petir menyambar sebuah gedung, Natasha Timarovic saat ia sedang membersihkan gigi dengan berkumur mengunakan air keran diduga arus listrik dari sambaran petir ini mengalir di air keran yang ia gunakan sehinga masuk kedalam mulutnya karena waktu itu Natasha Timarovic mengunakan sepatu karet sehinga listrik yang masuk kedalam tubuhnya tidak bisa keluar melalui kakinya sehinga memilih keluar melalui pantatnya. Dokter yang merawatnya mengatakan jika sewaktu itu Natasha tidak mengunakan sepatu karet maka ia pasti akan tewas.
9. Penyelam  tewas akibat tabung oksigenya disambar petir

Seorang penyelam 36 tahun tewas dari sebuah pantai Florida setelah petir menyambar tangki oksigennya.Pria yang tidak disebutkan namnya  ini sebelumnya menyelam bersama 3 orang rekanya namun sialnya ketika ia ingin muncul di permukan tabung oksigenya disambar petir, ketiga temanyapun berusaha menyelamtakanya dan menbawanya ke tim penyelamat yang seblumya  telah dipangil, Tim medis kemudian memastikan bahwa dia telah tewas untuk memastikan penyebap tewasnya tim medis melakukan otopsi untuk mendapatkan hasil dia tewas tersambar petir atau tengelam.
10 . Seorang gadis disambar petir dua kali ketika sedang mandi di kamar mandi

Seorang gadis 12 tahun di Gothenburg disambar petir dua kali saat mandi selama badai. Kejadian ini terjadi ketika  Alice gadis 12 tahun madi disebuah ruangan bawah tanah ketika itu hujan sedang berlangsung dan sambaran petir pun terjadi diluar rumah, Ketka petir menyabar di luar rumah hal aneh terjadi Alice tiba tiba tersambar petir sampai dua kali pada lenganya di dalam kamar mandi. Diduga aliran petir mengalir melalui pipa pipa air di bawah tanah yang mengalir melelui saluran air yang di gunakan untuk mandi.

Minggu, 24 Maret 2013

Cerita Seorang yang Punya Keberuntungan

Halo! Perkenalkan, namaku Riris. Aku mahasiswi Universitas Padjadjaran 2012. Tahun lalu, Alhamdulillah, aku tidak lolos SNMPTN Undangan. Tuhan menakdirkan aku untuk berjuang sekuat tenaga untuk maju ke SNMPTN Tulis.
Alhamdulillah, dengan segala keringat dan peluh yang dikeluarkan, aku diterima di salah satu PTN Negeri Favorit di Bandung yang tahun 2013 ini merupakan Perguruan Tinggi Negeri dengan peminat SNMPTN Terbanyak.
Di Tulisan ini, ada beberapa Tips&Saran untuk kalian-kalian –Teman kelas 12- yang ingin maju ke SBMPTN jika tak percaya diri dengan SNMPTN Undangannya.
Di tulisan ini juga, Tips&Saran yang aku beri bukanlah pandangan subjektif aku semata. Memang keseluruhan merupakan caraku waktu belajar dulu. Tapi disini, aku mengumpulkan semua saran-saran dari teman-teman baik seperjuanganku yang sekarang ada di UI, UGM, ITB, UNDIP, UNBRAW, dan lain-lain.
Di sini aku tidak mengklasifikasikan mana yang harus diutamakan antara Ujian Nasional dengan SBMPTN. Aku hanya ingin berbagi Jadwal Seperti Apa yang Aku Punya waktu aku dulu.
Aku pernah dengar ada pepatah “Jika kau ingin Sukses, tirulah orang yang sudah lebih dulu Sukses. Tiru apa yang ia lakukan, maka kau akan dapatkan Sukses yang sama.”
Keseluruhan, aku tak pernah mengistimewakan Ujian Nasional maupun SBMPTN. Tapi prinsipku dan teman-temanku yang lain adalah, kita kuasai dulu materi untuk SBMPTN. Kalau materi SBMPTN sudah terkuasai, Ujian Nasional sih gampang. Ngerjain sambil salto juga jadi.
Ngomongnya ngaco nih-_-
Oke. Aku mau cerita dulu soal 2 orang temanku, dua-duanya teman baikku waktu di SMA dulu. Cerita ini adalah perbandingan bagaimana mereka bisa berada di “Nasib” yang berbeda.
                                        …………………………………………………………………………
Sebut saja namanya Cika&Coki. Mereka sama-sama teman baikku.
Cika & Coki ini merupakan dua orang yang mempunyai tingkat “kepintaran” yang berbeda.
Cika merupakan anak yang biasa-biasa saja, tak pernah dapat rengking 10 besar disekolahnya. Hafalannya lemah, menghitungnya yang kuat. Setiap tryout di sekolah, pra-UN, ataupun Tryout di Bimbingan Belajar, si Cika ini selalu mendapatkan predikat “Tidak Lulus” disetiap hasil yang ia peroleh.
Sementara Coki merupakan anak yang diberi kelebihan oleh Tuhan yang lebih. Hafalannya kuat, menghitungnya juga diatas rata-rata. Setiap tryout di sekolah, pra-UN, ataupun Tryout di Bimbingan Belajar, si Coki ini selalu mendapatkan predikat “Lulus” disetiap hasil yang ia peroleh.
Mereka berdua sama-sama mengejar satu Universitas Negeri yang almamaternya warna kuning itu..
Tau ga? Siapa yang masuk di Universitas Negeri itu? Si Cika.
Loh? Loh? Loooooooooooooooooooooooohhhhhhhhhhhhh? Kok bisa? Bukannya Cika itu juaranya “Tidak Lulus” ya,kak?
Nah, jadi………
Cika&Coki itu sama-sama terpilih di dalam peserta SNMPTN Undangan Tahun 2012. Tahun 2012, yang dapet Undangan itu anak-anak terpilih aja,kan? Anak-anak yang secara akademisnya memenuhi nilai&direkomendasikan oleh sekolah.
 “Ris, sekolah aku bego apa gimana yak. Aku kan ga pernah masuk 10 besar kok dicantumin di SNMPTN Undangan.” Ucap Cika suatu hari padaku, sambil ketawa-ketiwi.
Aku jawab aja, “Cik, bersyukur harusnya.”
“Iya aku bersyukur kok,ris. Tapi aku juga harus tau diri,ris. Nilaiku ga sebagus anak-anak lain yang direkomendasikan sekolah. Judulnya aja direkomendasikan. Jadi masuk dan ga masuk itu 50:50. Aku sih tau diri aja kalau aku ga akan lolos di Undangan. Aku tau itu,ris.” Ucap Cika tiba-tiba serius.
Aku lalu memasang muka penuh tanya di depannya seolah bertanya “Maksudnya?”
Terus, Cika bilang ini. Aku inget banget, ini juga yang bikin aku ga sepenuhnya menyerahkan nasibku pada Undangan.
“Aku bukan anak yang pintar,ris. Aku bukan anak yang punya nilai bagus, bukan anak yang punya banyak penghargaan olimpiade. Tapi aku mau buktikan pada orang-orang yang menganggapku tak bisa apa-apa, kalau aku bisa. Kalau aku bisa, dengan usahaku sendiri.
Aku ingin merasakan perjuangan hidup yang sebenarnya. Aku ingin merasakan rasanya mendapatkan sesuatu dari hasil kerja kerasku sendiri.
Undangan tak jelek, diterima di Undanganpun tak jelek. Bagus banget malah. Tapi tiap orang punya prinsip. Aku akui, salahku memang dari dulu tak pernah mengejar rengking 10 besar di sekolah.
Bukan, bukan tujuan mendapat rengking 10 besar aku disekolahkan disini. Rengking 10 besar pun belum tentu menguasai materi yang akan di ujikan nanti. Mereka bisa rengking 10 besar itu bisa berbagai faktor.
Kamu tahu sendiri, setiap menjelang UAS/ Ujian-Ujian, aku pasti sedang sakit panas atau lainnya. Aku kan penyakitan kalau mau ujian..” ucapnya.
Aku sih ngangguk-ngangguk aja.
“Aku ingin masuk ke Perguruan Tinggi itu karena aku ingin Tuhan lihat aku layak berada disana. Aku ingin Tuhan lihat bahwa perjuanganku, pengorbanankulah yang membuatku masuk kesana.
 Aku ingin lihat bahwa kebiasaanku Bekerja Keras-lah yang membuatku layak untuk masuk kesana.” Kata Cika.
Lalu beberapa hari kemudian, aku bertemu Coki. Aku cerita mengenai Undangan itu. Betapa kagetnya aku, Coki bicara begini;
“Yaudah sih ya, aku kan udah dapet undangan. Aku pasti keterima kok. Nilaiku kan besar-besar dibanding yang lain.”
Lalu aku bertanya, “Terus kamu tak akan belajar? Mentang-mentang kamu udah dapet undangan,gitu?”
Coki hanya mengangguk mengiyakan pertanyaanku.
Hari demi hari, aku melihat kedua temanku ini saling bertolak belakang didalam usahanya mendapatkan Mimpi mereka yang sama.
Cika, semakin hari semakin getol saja mengerjakan soal-soal SNMPTN disetiap waktu istirahat sebelum kami mulai Les Privat. Cika semakin hari semakin getol minta tambahan ini itu sama kakak privat kami. Cika tak segan-segan meminta tambahan sampai jam 11 malam. Padahal, besoknya Cika juga harus sekolah.
“Aku masih banyak kurangnya, ris. Aku harus kejar ketertinggalan aku.” Ujar Cika saat aku bertanya apa dia tidak lelah belajar setiap hari.
Coki, semakin hari semakin…. Tebak saja dia semakin apa jika aku beritahu bahwa Coki semakin hari semakin sering datang terlambat di saat Bimbingan Belajar. Coki semakin sering membolos di saat di tempat Bimbingan Belajar kami sedang ada tambahan ataupun Tryout.
Cokipun semakin sering pamit pulang duluan dengan berbagai alasan padahal jam di tempat Bimbingan Belajar kami belum waktunya pulang.
Aku pernah menegur Coki disaat Coki tak mau belajar Matematika Dasar untuk materi SNMPTN Tulis.
“Coki, kamu kan belum bisa trigonometri. Aku juga. Kita minta jelasin ke anak IPA,yuk!” Ajak aku.
“Ngapain sih, udahlah. Aku capek. Lagian kan ada undangan, buat apa belajar mati-matian untuk SNMPTN. Kalaupun nanti aku harus ikut SNMPTN,aku sih nanti matematika dasar ga akan diisi pas SNMPTN” jawabnya sambil pergi.
Aku tertegun. Seberapa hebatnyakah dia sampai bisa mengatakan hal demikian? Aku tak menanyakan hal itu,cukup kusimpan dalam hati.
Semakin hari mendekati Ujian Nasional. Aku benar-benar melihat perubahan yang kontras antara Cika&Coki.
Cika dan aku, merupakan teman di sebuah tempat Les Privat Matematika. Jadi, aku bertemu Cika seminggu 3 kali. Sementara Coki, temanku di sebuah tempat Bimbingan Belajar. Aku bertemu Coki, seminggu 4 kali.
Perbedaan itu benar-benar kontras. Seharusnya, semakin mendekati Ujian Nasional, semakin sering seorang kelas 12 meminta tambahan ini itu anu ini sama Guru Bimbel/Privatnya. Semakin mendekati Ujian Nasional, seharusnya lebih sering latihan-latihan soal.
Hal ini tidak terjadi pada Coki. Semakin mendekati Ujian Nasional, aku dan beberapa temanku lainnya di Bimbel, semakin getol meminta tambahan sampai larut malam. Tapi Coki, dikelas saja tak mengerjakan soal, malah asyik dengan Gadgetnya. Kalau semua sudah selesai mengerjakan, baru dia memperhatikan penjelasan guru kami terhadap soal-soal yang tadi kami kerjakan.
Cokipun tak pernah ikut kami tambahan, ia lebih memilih pulang ke rumahnya dengan alasan tak enak badan atau apalah sebagainya.
Aku sempat heran, sesibuk apakah dia. Padahal, dia hanya ikut Bimbingan ini saja. Tak ditambah dengan privat ini itu. “Lebay,ah.” Ujarku dalam hati.
Tapi.. Ujian Nasional semakin dekat dan akhirnya tibalah kami pada hari Ujian Nasional itu. Sejak pagi, aku, Cika&Coki sudah smsan mengenai akan kami gunakan si “Kunci Jawaban” atau tidak.
Kami sepakat untuk tidak menggunakan itu karena kami takut kalau-kalau kuncinya tertukar. Satu hal yang membuat aku tak menggunakan “Kunci Jawaban” itu adalah sms Cika 1 jam sebelum Ujian Nasional itu dimulai. Bunyi smsnya begini:
“Ris, pegang teguh imanmu. Jangan kotori jalanmu yang selama ini sudah kau jaga susah payah supaya tetap dijalanNya.
Percuma selama ini kamu rajin shalat dhuha, percuma selama ini kamu rajin puasa senin kamis, percuma selama ini kamu rajin ngaji, kalau pada akhirnya kamu pakai cara curang buat dapetin kepuasan sesaat.
Mending gausah usaha yang begituan deh dari awal. Percuma. Ikhtiar kamu selama ini akan kehapus dengan niat kamu yang udah jelek,apalagi kalau bener-bener dilakuin.
Aku sih cuma kasih kamu saran, mau dilakuin ya silahkan, mau diabaikan juga ya silahkan.”
Sms itu yang membuat aku tetap tenang mengerjakan Ujian Nasional.
1 hari, 2 hari, 3 hari. Aku lupa, Ujian Nasional itu 3 hari apa 4 hari ya? :p
Nah. Intinya adalah, dihari terakhir aku merasa lega. Tugasku sebagai “Murid SMA” akan selesai beberapa saat lagi, pada saat pengumuman kelulusan UN.
Hari terakhir Ujian Nasional, pulangnya, aku main sama si Cika ini keMall. Ceritanya kita mau nonton.
Tapi entah kenapa, kita malah belok ke tempat les privat kita. Kami selonjoran duduk di atas rumput sambil menunggu kakak privat kami datang.
Aku berniat meregangkan pikiranku, aku berniat tidak belajar untuk hari itu karena otakku sudah “ngebul”.
Eh, si Cika malah ngeluarin buku privat kami dan mulai mengerjakan soal-soal. Sontak saja aku heran dan menutup buku Cika karena melihat Cika yang tak kenal lelah itu langsung ngerjain soal.
“Woy, aku stress nih. Jangan ngerjain soal plisss buat hari ini. Otak aku udah ngebul. Istirahatlah sehari saja.” Kataku.
“Ya kamu aja sana istirahat. Aku sih masih mau ngejar materi yg belum aku kuasai. Istirahat saja sekarang, tapi susahnya nanti. Aku sih mending susah sekarang, jadi bisa istirahat nanti.” Ujar Cika,masih sambil ngerjain soal.
Aku dengan sigap menyadari “Teguran” Cika, langsung membuka buku privatku dan langsung mengerjakan soal-soal.
Pengumuman Ujian Nasionalpun tiba. Aku, Cika, Ciko,Lulus. Tapi kami tidak ditakdirkan ada di 3 besar peraih nilai UN tertinggi. Ciko mendapatkan nilai terbesar diantara kami bertiga. Nilai Ciko yang 9 ada beberapa buah. Sementara aku dan Cika, gitu-gitu aja nilainya.
Kami sempet kecewa dengan hasil yang aku dapat. Hasilnya tak sepadan dengan apa yang kami usahakan..
Tapi kekecewaan itu seketika berubah menjadi kesadaran diri ketika kakak privat aku dan Cika bilang begini;
“Lo udah tau lo bego, lo sendiri bilang lo bego karena lo gabisa dapet nilai bagus di ujian ini. Tapi lo malah diem aja, ya berarti lo itu bego permanen.”
Aku dan Cika hanya terdiam.
“Tuhan itu menciptakan semua umatNya dengan kapasitas yang sama. Kepintaran yang sama. Tapi yang membedakan itu, lo mau pakai pinter lo itu keatas apa kebawah.
Kepintaran itu ibarat pisau. Semakin diasah, dia akan semakin tajam. Semakin lo berlatih mengerjakan soal-soal dengan kepintaran lo, semakin lo bakal ahli ngerjain soal-soal. Sambil merem juga jadi.
Ingat, orang pintar tapi tak pernah berlatih itu akan kalah dengan orang yang biasa-biasa saja tapi rajin berlatih.” Tambahnya.
Lalu Cika dengan sedihnya berkata;
“Tapi kami gagal kak. UN saja, kami tak bisa mencapai 3 besar.”
Seketika, kakak privat kami mencubiti lengan kami satu per satu.
“Woy. Bayi aja, harus belajar merangkak supaya dia bisa jalan dengan benar. Pas dia belajar berjalan,emang dia bisa langsung jalan? dia ga jatuh?
Bayi aja yang jatuhnya berkali-kali, masih mau berdiri lagi dan mencoba berjalan lagi. Kamu baru sekali ‘jatuh’, sudah menyerah?
Gimana ceritanya kamu bayi-bayi itu bisa jalan kalau mereka ga berdiri-berdiri lagi setelah mereka jatuh? Yang ada, mereka akan merangkak seumur hidup mereka.
Cika sama Riris mau jadi ‘bayi merangkak seumur hidup’? gamau kan?” ujar kakak privat kami.
Aku dan Cika seketika terdiam. Merenungi setiap kata demi kata yang ia katakan.
“Tidak masuk 3 besar UN bukan menutup kemungkinan kamu tak bisa lolos SNMPTN Tulis. UN itu materinya cetek. Kalian udah terlalu jagoan, sampai yang kecil-kecil itu dilupain. Level kalian udah bukan lagi di Ujian Nasional.” Tambahnya.
Aku dan Cika masih bertatapan. Kami ingin menangis meratapi kebego-an kami yang menyerah begini saja.
Setelah kejadian itu, aku dan Cika semakin rajin, rajin lagi mengerjakan soal-soal. Kami tak peduli apa soal yang kami kerjakan itu benar atau salah, yang pasti kami kerjakan terus dan terus. Setelah kami kerjakan, kami lihat pembahasan, kami betulkan lagi jawaban kami.
Tak ada libur didalam kamus kami. Meskipun Ujian Nasional telah selesai. Buat aku dan Cika, itu hanya berganti judul saja. Sekarang, ujian yang akan kami tempuh bernama SNMPTN. Ibaratnya, UN itu ulat, SNMPTN Tulis itu ular. Besar, berbahaya. Kalau tidak hati-hati,kamu bisa ‘mati’.
Sementara Coki, yang aku lihat di kelas Intensif SNMPTN di Bimbel kami, dia tak pernah serius memperhatikan guru. Selalu dan as always, dia sibuk dengan gadgetnya..
Selama tryout SNMPTN, Coki selalu keluar paling pertama. Ia benar-benar tak pernah mau mencoba lebih keras sekalipun untuk mengerjakan apa yang ia tak pernah kerjakan.
Ia tak pernah mau berusaha lebih untuk mencoba apa yang belum pernah ia coba. Ia selalu menyerah sebelum mencoba. Coki tak pernah sekalipun meminta waktu untuk tambahan intensif diluar jam. Seperti biasa, Coki selalu ingin cepat-cepat pulang ke rumah dan “tidur aja”,katanya.
Akhirnya, ujian SNMPTN itu tiba dan dan dan.. kita langsung ke hasil akhir.
Betapa bersyukurnya aku dan Cika pada saat pengumuman itu. Kami tak berhenti saling mengirim pesan bahagia. Cika bilang di sms pertamanya;
“RIS. DREAM COMES TRUE. AKU BAKAL KE RUMAH KAMU,PAKAI JAKET ALMAMATER KUNINGKU!”
Betapa aku ingin menangis mendengar kabar bahagia Cika…. Aku tak mau kalah,dong. Aku sms Cika;
“Cik, begitu aja belagu. Aku bakal naik damri tiap hari nih,cik. Bolak-balik bandung-Jatinangor. Itu, yang kampusnya mendaki gunung lewati lembah.”
Terus cika bales sms aku; “SERIUS? KAMU DI UNIVERSITAS PADJADJARAN?????? AHHHH. OUR HARDWORK IS PAID NOW! MORE THAN WE ASSUME BEFORE!”
Beberapa saat setelahnya, datang sms Coki;
“Ris, aku ga lolos.”
Seketika aku diam. Aku tak tahu harus berkata apa. Aku hanya balas; “Sabar ya,Coki. Upah yang diterima pekerja selalu berbanding lurus dengan keringat yang dikeluarkan.”
                                              …………………………………………………………………………..
Nah itu adalah sekilas nostalgiaku. Kalian bisa memilih, ingin menjadi Cika&aku, atau menjadi Coki.
Pelajaran apa yang bisa teman-teman kelas 12 ambil dari ceritaku tadi?
Aku kasih sedikit penjelasan,ya ;)
Kenapa aku bekerja keras sedemikian rupa untuk SNMPTN Tulis padahal aku sudah direkomendasikan di SNMPTN Undangan? Karena aku Tahu Diri.
Bukan, bukan aku tak percaya akan kuasa Tuhan yang luar biasa yang dengan izinNya, bisa saja aku lolos SNMPTN Undangan.
Aku hanya tak ingin menjadi orang yang Takabur. Terbuai dengan kenikmatan yang Tuhan beri sehingga lupa untuk berusaha.
“Jika kau bersyukur akan nikmat Tuhan yang kau dapatkan sekarang, Tuhan akan tambah nikmatmu.”
Cara bersyukurku adalah dengan belajar lebih keras lagi agar Tuhan lihat, bahwa aku pantas dan layak berada di Perguruan Tinggi Negeri yang aku Mimpikan.
Bagaimana Tuhan yakin aku pantas berada di PTN itu jika aku tidak memperlihatkan Tuhan jika aku pantas? Bagaimana Tuhan yakin aku pantas mendapatkan apa yang aku minta, sementara aku tak meyakinkan Tuhan dengan usaha-usahaku?
Tuhan Maha Pengabul segala doa. Aku sangat percaya Tuhan Maha Besar. Aku percaya Tuhan Maha Pengasih & Maha Penyayang. Tuhan akan memberi apa yang umatNya minta. Semua. Tapi dengan satu syarat; “Buktikan kalau permintaanmu memang layak untuk dikabulkan.”
Gini, maksudnya adalah.. Bagaimana Tuhan yakin kamu pantas menerima apa yang kamu minta padaNya sementara kamu tak berusaha untuk mendapatkan apa yang kamu Mimpikan?
Tuhan tak akan mau mengabulkan permintaan/Mimpi kamu, jika kamu hanya duduk manis dan berdoa terus menerus. Berdoa terus menerus memang baik, tapi apalah guna? Tuhan ingin lihat USAHAmu. Tuhan ingin melihat KESUNGGUHANmu.
Jangan pernah takabur. Karena takabur itu yang akan menghalangi “Pikiran” kamu. Menutup “Akal” kamu, bahwa sesungguhnya, diluar sana ada sesuatu yang lebih INDAH jika mau sedikit lebih berusaha dari biasanya.
Jangan pernah takabur. Karena takabur itu yang membuat kamu selalu merasa kamu hebat, sementara di atas langit, pasti ada langit yang lebih tinggi.
Jangan pernah takabur. Karena takabur itu yang membuat kamu selalu merasa kamu puas dengan apa yang kamu dapatkan sekarang. Sementara jika kamu hanya puas dengan apa yg kamu dapatkan sekarang, kamu tak akan menjadi pribadi berkembang. Karena setiap hari, dunia selalu menuntutmu berubah. Dunia tak akan menunggumu mengikuti perkembangannya. Kamu, yang harus mengikuti perkembangan dunia.
Nah, sesuai Janjiku. Aku akan memberitahu kalian Tips&Saran mengenai UN&SBMPTN. Pada dasarnya, SBMPTN itu sama dengan SNMPTN Tulis.
Jadi gini, UN sama SBMPTN itu kan sama-sama Ujian. Iya toh? Jadi, tak ada alasan kalian tak bisa membagi waktunya.
Aku mau beri kalian jadwalku. Karena aku dulu adalah berasal dari Ilmu Pengetahuan Sosial, jadi yang aku tulis disini adalah mata pelajaran IPS. Buat kalian yg IPA, tinggal ganti aja sama pelajaran jurusan kalian sendiri,ya! ^^
Jadwalku tak ada yang beda dengan jadwal-jadwal yang lain.
Aku tetap sekolah mulai jam 06.30 sampai jam 14.45. Lalu lanjut Bimbingan dari jam 16.00-18.00 disetiap hari selasa,kamis,untuk kelas Matematika&IPS dan sabtu pukul 13.00-15.00 untuk kelas Bahasa.
Tak ada yang beda dengan jadwal yang kalian miliki,bukan? Tapi aku punya trik supaya bisa membagi waktu antara mengerjakan soal untuk Ujian Nasional, Mengerjakan Soal, dengan Mengerjakan Soal SNMPTN(SBMPTN).

Jadwal yang harus dipatuhi:
Setiap Istirahat pertama sekolah; Shalat Dhuha 2 rakaat
Istirahat kedua; Kerjakan 10 soal Matematika Dasar SNMPTN(SBMPTN)/ kerjakan Tes Kemampuan Dasar 15 soal.
Menunggu jam masuk kelas bimbingan belajar, gunakan untuk makan siang. Isi tenaga. Kesehatan tetap nomor 1. *kalau sedang puasa, menunggu jam masuk kelas bimbingan belajar, gunakan untuk duduk-duduk santai*
Jangan pernah lewatkan untuk meminta walau hanya sekedar satu/dua jam untuk tambahan bimbingan belajar. Gunakan jam tambahan untuk meminta bantuan guru bimbel mengerjakan tugas sekolah walau hanya 5/10 nomor.
Setelah pulang bimbel, sediakan 1 s.d 1,5 jam untuk istirahat. Mandi-mandi lucu, makan, tiduran,twitteran, dsb.
Setelah habis waktu 1 s.d. 1,5 jam, lanjut latihan soal untuk Ujian Nasional sekitar 1,5 jam. Kerjakan latihan soal tanpa melakukan hal-hal lain seperti ngutak-ngatik-ngutek hape.
Setelah itu, ambil nafas sekitar 30 menit. Jika sudah terlalu malam, sekitar jam 12an, kalian boleh Shalat Malam 2 rakaat bagi yang muslim. Dulu aku juga begitu, untuk mengusir rasa kantuk yang lebay ini..
Setelah 30 menit, buka latihan soal SNMPTN(SBMPTN) kalian, dan lakukan latihan soal-soal itu selama 2,5 jam s.d. 3 jam.
Kerjakan soal itu tanpa melihat ke halaman pembahasan soal. Setelah selesai mengerjakan sejumlah soal selama itu, baru, lihat ke halaman pembahasan.
Lihat halaman pembahasan sambil memperhatikan dimana letak kesalahan kalian dalam mengerjakan soal-soal.
*untuk latihan soal-soal SNMPTN(SBMPTN), jika kalian memang tak terbiasa tidur malam, bangunlah pukur 2/setengah 3 subuh untuk mengerjakan soal. Tinggal pilih, mau larut malam, atau bangun lebih pagi dari ayam berkokok.
Ini adalah bagaimana aku mengatur waktu untuk pengerjaan soal-soal SNMPTN(SBMPTN):
Aku tulis jadwal ini di karton besar dan ku tempel di dekat meja belajar(taruh ditempat dimana kalian akan melihatnya setiap waktu mata kalian mengedip) ;)
SENIN; BAHASA (INDONESIA+INGGRIS)= 2 JAM.
SELASA; SEJARAH = 1,5 JAM. (letakkan materi yang kalian anggap kalian sudah kuasai di hari dimana kalian memiliki segudang aktivitas.)
RABU; SOSIOLOGI= 2 JAM
KAMIS; EKONOMI= 3 JAM. (letakkan materi yang kalian anggap belum terlalu kalian kuasai di hari dimana aktivitas kalian tidak terlalu padat&beri waktu lebih lama untuk mengerjakan materi yang sulit.)
JUMAT; GEOGRAFI = 3 JAM.
SABTU; MATEMATIKA DASAR= 3,5 JAM. (letakkan materi yang paling sulit dihari dimana kalian tidak sekolah, atau memiliki waktu untuk bersantai. Korbankan waktu bersantai untuk berkencan dengan hal yang satu ini. Berikan juga intesitas waktu yg lebih lama untuk materi yang tersulit ini.)
MINGGU; TES POTENSI AKADEMIK=3 JAM.
Itu 10 nomor+pembagian waktu pengerjaan soal SNMPTN(SBMPTN) yang wajib teman-teman kelas 12 taati.
Loh? Berarti aku akan belajar sampai larut malam,kak?
Iya, emang ada apa dengan belajar sampai larut malam?
Teman-teman kelas 12, belajarlah untuk belajar sampai larut malam. Kebiasaan kamu belajar sampai larut malam akan bermanfaat untuk kuliah kalian nanti.
Di dunia perkuliahan, bukan hanya jadwal kuliah kalian yang akan padat dan ditambah dengan ikut Unit Kegiatan Mahasiswa yang A , B, C. Menuntut kalian untuk bisa membagi waktu kalian dengan sebaik mungkin.
Tugas kuliah, bukan hanya selembar dua lembar.
Pernah dengar ; “Kuliah itu Cuma sejam dua jam, tapi ngerjain tugasnya yang berjam-jam.”
Itu sudah aku alami. Aku sering tidur jam 1 atau 2 malam hanya untuk menyelesaikan tugas yang berentet harus dikumpulkan di hari-hari di minggu depan. Belum lagi untuk presentasi-presentasi yang harus di laksanakan esok,esoknya. Belum lagi kalau kalian esok harus kuliah jam 7 pagi, sementara kalian baru tidur jam 2 pagi.
Kalau kalian tak terbiasa membagi waktu kalian sejak sekarang, kalian akan keteteran nanti di kuliah. Bakal kelabakan sendiri karena tak disiplin, bukan, karena tak terbiasa disiplin.
Kalau kalian tak terbiasa untuk ‘tidur sejam itu anugerah’, nanti kuliah kalian juga bakal keteteran.
Aku cuma ingin membiasakan apa yang tidak terbiasa kalian lakukan.
Ingat, “Mewujudkan Mimpi bermula dari Melangkah Jauh dari Zona Nyaman.” Itu betul adanya.
JANGAN SUKA MENGELUH. JANGAN TAKUT.
Bagaimana Tuhan mau mengabulkan Mimpimu jika kau sering mengeluh? Mengeluh itu berarti, kamu tidak mensyukuri nikmat Tuhan yang kamu dapatkan sekarang. Mengeluh karena kamu lelah, mengeluh karena kamu selalu pulang malam, mengeluh karena hari libur digunakan untuk intensif dan sebagainya.
Jangan mengeluh karena UN banyak  paket, Jangan mengeluh karena kamu duduk di depan pengawas. Jangan ngeluh karena kamu dapet paket A, B atau Z. Jangan ngeluh karena waktu UN semakin dekat dan kamu punya keinginan konyol andai saja UN dihapus.
Kamu yang mengeluh seperti itu adalah kamu yang tidak siap untuk menghadapi Ujian dalam bentuk apapun. Mau itu UN/SBMPTN. Kamu yang mengeluh seperti itu adalah kamu yang dari awal, tidak melakukan Usaha apapun untuk menghadapi Ujian dalam bentuk apapun.
Logikanya, kamu tidak akan berbicara demikian jika kamu sudah siap. Mau berapa paket, mau sulitnya kaya gimana, kamu maju aja terus. Kamu bakal bilang “Ayo aja, aku siap kok. Mau berapa paketpun. Paling tidak, aku sudah berusaha.”
WOY! Gimana Tuhan mau ngabulin permintaan kamu sementara kamu gamau ‘nurut’ sama apa yang Tuhan minta? Tuhan Cuma minta kamu USAHA. Usahanya dengan ikhlas. Dengan sepenuh hati.
Aku pernah bilang, kalau memang merasa tak sanggup berjuang sebatas perjuangan untuk Ujian Nasional dan SNMPTN(SBMPTN), ya tak usah kuliah.
Kuliah itu lebih berat. Tugasnya menumpuk ratusan kali lipat. Materi yang dipelajarinya ribuan kali lipat lebih banyak, dan harus dicari sendiri. Bagaimana ceritanya kamu bisa tahan dengan ‘Kuliah itu Keras’ jika disuruh berusaha begini saja, kalian sudah ‘angkat tangan’?
“Maju&Bertahan lalu menang, atau Mundur&Lepaskan lalu kalah.”
Bagaimana Tuhan mau mengabulkan Mimpi kamu, jika dalam setiap langkahmu berjuang, kamu selalu merasa Takut. Takut itu berarti, kamu tidak percaya akan kuasa Tuhan. Bagaimana Tuhan percaya kamu pantas mendapatkan apa yang kamu minta sementara kamu selalu Takut untuk melangkah?
Percaya bahwa Tuhan selalu melihatmu adalah satu caramu untuk bisa melangkah dengan ‘tegap’.
Percaya bahwa Tuhan selalu menilai setiap Usaha yang kamu lakukan adalah satu cara untuk membuatmu berusaha lebih keras dan keras lagi setiap harinya.
Tadaaa! Ini dia sekilas Tips&Saranku tentang PRA-SBMPTN.
Tips&Saran dalam menyiapkan “Alat Tempur” menuju SBMPTN kalian nanti.
Nanti, setelah UN&Mendekati SBMPTN, aku juga akan posting lagi tentang Tips&Saran MENGERJAKAN SNMPTN(SBMPTN). Bertahap,ya!
Tapi, aku sangat mendoakan kalian, agar kalian masuk di SNMPTN(Undangan) dan masuk ke Jurusan yang sesuai dengan Mimpi kalian.
Tunggu tulisanku selanjutnya,ya!
Jika ingin bertanya, I’m All Ears. Aku selalu akan menjawab pertanyaan teman-teman kelas 12,kok.

Sabtu, 12 Januari 2013

Wanita Pujaanku


Akhirnya aku dapat mengijakkan kakiku kembali di rumahku, rumah orang tuaku. Sekian lama aku tak merasakan udara segar di sini. Kota kecil tempat aku dilahirkan dan dibesarkan. Semua masih pada tempatnya, sama seperti terakhir kali aku meninggalkannya.
Seusai aku meletakkan semua barang-barangku, aku pun berniat untuk mengistirahatkan diriku sejenak. Lelah seharian berada di dalam kereta api dari Jogja menuju ke sini. Namun tidak sebanding dengan bahagianya aku kembali kekampung halamanku. Tempat yang lama aku tinggalkan dan aku sempat aku rindukan.
Aku belum dapat memejamkan mata, pada hal jarum jam sudah menunjuk angka 10. Udara malam yang hangat menggodaku untuk melihat keindahan malam. Aku pun keluar dan duduk di teras rumah sembari menikmati lukisan yang begitu indah. Hitam dipadu dengan cahaya-cahaya kecil yang sangat banyak. Terlalu banyak. Hingga aku tak sanggup untuk menghitungnya.
Aku termenung memandangi langit berhias bintang. Anganku tiba-tiba saja mengajakku berlari pada suatu kenangan yang tak pernah kulupakan hingga detik ini. Hingga wanita pujaanku pergi jauh. Sangat jauh. Sampai-sampai aku tak dapat menemukannya dalam peta mana pun.
***
Keceriaan yang selalu mewarnai hariku, hari yang selalu tampak indah bagiku dan tak pernah ingin aku lewatkan ketika itu mulai terusik. Mungkin semua orang menganggapku masih kecil dan belum mengerti apa-apa tapi mereka tidak tahu betapa aku tak ingin mendengarnya, mengalaminya atau bahkan sekedar melihatnya. Sama sekali aku tidak ingin!!
Awalnya aku, Ayah, Ibu dan juga Kakak berada di salah satu ruangan di rumahku. Semua tampak baik-baik saja. Hingga seseorang datang dan mengetuk pintu rumahku. Ibu membukakan pintu. Aku dan Kakakku beralih tempat, ke kamarku, kamarku dan kamarnya. Ayah beranjak dari duduknya kemudian menuju ruang tamu.
“Kak, siapa?” tanyaku dengan wajah polos dan sedikit berbisik padanya yang tengah mengintip.
“Temannya Ayah.” Jawabnya sambil menutup pintu kamar perlahan.
Benarkah? Teman apa? Teman di tempat beliau bekerja? Sempat beberapa kali aku juga diajak Kakak kerumahnya. Tapi, sayangnya tak pernah kudapati wanita itu di sana. Hanya sepasang kakek dan nenek yang sudah cukup tua dan seorang gadis seumuran Kakakku yang selalu kulihat setiap kali aku ke rumah mungil itu. Tampak sepi.
Setahuku gadis itu anak bungsu dari wanita teman Ayahku itu. Cantik. Sempat aku berpikir dia itu kekasih Kakakku. Dia sangat baik terhadapku, begitu juga sepasang kakek-nenek di rumah itu. Beberapa kali aku bertanya pada diriku sendiri, kemana orang tuanya?
“Kak, tamunya Ayah udah pulang?”
“Kayaknya udah. Tunggu, ya, aku lihat dulu.”
Kakak berjalan mengendap-endap keluar kamar guna memastikan bahwa wanita itu benar-benar sudah tidak berada di rumah ini. Tak berapa lama kemudian ia kembali ke kamar. Kita duduk terdiam di atas tempat tidur.
Beberapa kali kudengar suara Ayah berbicara dengan nada tinggi dan semakin meninggi. Tak ada yang dapat kumengerti apa yang beliau ucapkan. Hingga Kakakku menutup telingaku rapat-rapat dengan kedua telapak tangannya yang lembut agar aku tak dapat mendengar lagi apa pun suara di luar sana. Aku memandangi wajahnya dengan penuh tanda tanya. Aku tidak mengerti mengapa ia melakukan ini.
Cukup lama tangannya berada di telingaku. Ketika ia perlahan memindahkan telapak tangannya dari telingaku, sudah tak kudengar lagi suara keras Ayah. Hening. Aku dan Kakak pun buru-buru keluar dari kamar kemudian menuju ruang tamu. Tak ada siapa pun di sana. Kemana perginya orang-orang dewasa itu?
Aku dan Kakak saling beradu pandang ketika tak mendapati seorangpun di ruang tamu.
“Enggak ada siapa-siapa.”
Kakak menggenggam tanganku dan membawaku menuju kamar Ayah danIbu. Sudah sampai di depan kamar mereka. Aku yang berada di belakang Kakakku dan menunggunya selesai mengintip pintu kamar yang sedikit terbuka itu. Tak berapa lama kemudian ia menarik tanganku dan masuk ke kamar.
Kita berdua, aku dan Kakak berdiri, terdiam mendapati Ibu yang tengah mengenakan mukena putih, menghadap kiblat, menengadahkan tangannya, sepertinya. Kami tak ingin mengganggu kekhusyukkan beliau dalam memanjatkan setiap doa.
Tidak terlalu lama kami menunggu Ibu pun selesai merapikan mukena dan sajadahnya. Beliau berbalik. Mendapati kami yang masih berdiri mematung di dekat pintu. Beliau mendekat.
“Kalian? Mencari Ibu?”
Kupandangi matanya yang sedikit memerah dan sembab itu tapi masih tetap tampak indah. Meski sinarnya tampak sedikit redup. Pandang matanya tampak sayu. Apa yang telah terjadi?
“Ibu kenapa? Tadi Ayah…” sebelum sempat Kakak melanjutkan kalimatnya, Ibu membungkam kami dengan sedikit merendahkan tubuhnya dan memeluk kami erat-erat. Seolah tak ingin kehilangan. Aku merasa sedikit sesak. Namun hangat.
Sekiaan detik kami dalam pelukan hangatnya. Beliau melepaskan perlahan tangannya yang mendekap tubuh kami. Ibu memegang pundak Kakak seraya tersenyum. Memandangi wajahnya lekat.
“Sudahlah, tidak usah dipikirkan. Belum waktunya. Semua baik-baik saja.”
Kulihat wajah Kakak yang terlihat sedikit meragukan kata-kata Ibu. Namun, sebaliknya Ibu justru mengharapkan Kakak mempercayai kata-katanya.
Aku tak tahu permainan apa yang sedang mereka lakukan. Mengapa tidak mengajakku juga? Mungkin aku dianggap masih belum cukup umur untuk turut bersama mereka.
***
Sekian lama waktu berlalu hingga tiba saat yang paling tak aku duga dan sebaiknya aku tak tahu dan tak mengalaminya. Namun aku tak sanggup untuk mengubah takdir yang sudah digariskan Tuhan.
Waktu telah menjawab semua tanyaku dengan sangat lembut, meski sedikit menyesakkan dada dan terlalu sakit, kurasa begitu. Waktu menjawab di saat yang tak pernah kuduga, hingga kupikir tak akan pernah terjawab. Kejutan bagiku.
Kejadian itu sudah cukup lama. Saat aku masih berusia 10 tahun, kira-kira 9 tahun yang lalu. Aku yang masih suka menggambar ketika itu sedang mencari-cari pensil warna yang entah dimana aku meletakkannya. Aku lupa.
Aku memang tak biasa membereskan setiap barang-barang atau mainanku setelah aku pakai. Kucari di setiap seudut kamarku, kamar Kakakku, dan kamar siapa saja di rumahku. Sedari pagi hingga mentari mulai terik belum juga aku temukan.
Pandanganku tertuju pada sebuah rak besar berwarna hijau di salah satu sudut rumahku. Rak yang sudah cukup lama berada di sana. Kuambil saja sebuah kursi. Tubuhku yang masih belum tinggi tak sampai untuk melakukan pencarian di bagian atas.
Kumulai pencarian pensil warnaku dari sudut paling atas. Berjam-jam aku bergelut dengan debu-debu yang melekat pada puluhan buku di sana. Hingga aku pun sampai pada rak paling bawah. Bukannya sebuah kotak berisi pensil warnaku tapi sebuah amplop berwarna merah muda.
Aku begitu penasaran. Lupakan saja pencarianku tadi. Tanpa berpikir panjang aku pun membuka perlahan amplop itu yang sebelumnya memang telah terbuka. Kupikir itu surat cinta untuk Kakak. Apa lagi setelah kubuka kudapati beberapa lembar kertas berwarna biru dan salah satu di antaranya terdapat potret gadis cantik yang sudah aku kenal sebelumnya.
Kubaca lembar demi lembar tulisan yang tertulis indah di atasnya. Berisi cerita-cerita yang begitu mengejutkan. Tak percaya rasanya. Gadis itu sebagai saksi kunci dari kejadian-kejadian yang telah lalu. Betapa terkejutnya aku saat tiba di beberapa kalimat di pertengahan.
Cerita itu dimulai saat Ayahku yang baru beberapa tahun menikah dengan ibuku, ibu kandungku, tengah berada di luar kota. Beliau sedang menghadiri sebuah acara ketika itu. Entah apa yang terjadi. Ayah dan wanita itu berkenalan. Perkenalan yang awalnya biasa saja, namun berakhir dengan sebuah pernikahan terselubung. Pernikahan yang diselenggarakan secara sederhana di kota lain, hanya sah secara agama dan di saksikan oleh beberapa orang tanpa sepengetahuan dan seijin ibu, ibu kandungku.
Rahasia itu tersimpan rapi. Aku kecewa dengan ayah. Begitukah seorang laki-laki yang seharusnya aku banggakan? Ia menghianati cinta dan kasih ibu. Aku benar-benar membenci pria itu seketika itu juga. Tidak terima rasanya. Aku juga perempuan!!! Begitu juga ibuku.
Kurasa aku cukup memahaminya, membuatku nyaris menangis. Air mataku sudah di pelupuk. Tak ingin lagi aku menyimpan lembaran surat itu. Kurobek-robek. Kubakar saja. Agar wanita pujaanku tak tahu akan hal ini. Biarkan aku saja yang tahu. Begitu sakit. Aku tak sanggup membayangkan bagaimana perasaan ibu jika tahu akan hal ini.
Awalnya kupikir jika aku membakarnya semua akan baik-baik saja. Tapi… aku salah!!! Terlambat!!! Ibu terlanjur tahu tentang semua itu. Sampai-sampai pertengkaran demi pertengkaran kerap terjadi. Namun sayang, tak ada tindakan yang dapat aku lakukan untuk menyembbuhkan atau hanya sekedar menghibur hati yang telah tersayat itu.
Masa anak-anak yang seharusnya dapat kubagi dengan kedua orang tuaku, kini tak lagi dapat aku impikan. Aku yang tak lagi bertemu pria itu sejak aku kelas 6 SD, begitu juga dengan kakakku. Kata orang-orang ayah dan ibu sudah bercerai. Begitukah?? Meski sebenarnya aku masih memilki sedikit rasa kesalku terhadap pria itu, tapi bagaimanapun juga tetap ayahku.
Ibuku, wanita paling tegar yang pernah aku kenal. Ketika ia harus dijodohkan dengan seorang pria yang pernah menjadi suaminya. Belajar menyayanginya dengan tulus walau cintanya pernah dihianati. Bahkan ketika ia merelakan suaminya untuk meninggalkannya dan hidup bersama wanita lain. Ia juga masih sering menanyakan kabar wanita itu padaku. Ia berjalan di garis hidupnya dengan sangat baik.
Aku sangat mengaguminya. Ia tidak pernah melarangku jika aku memiliki mimpi-mimpi indah dan mendukung setiap tidakan positifku, mengingatkanku, menegurku ketika aku sedikit nakal. Sebab ia paham betul dengan diriku. Aku merasa beruntung memilikinya. Di saat apapun ia akan bersamaku selama ia bisa.
Setiap detik yang aku lewati bersamanya kini tak akan terulang kembali. Aku hanya dapat menjadikannya kenangan indah. Ia tak lagi di sisiku untuk selamanya. Sosok indahnya tak akan pernah terhapus dari benakku. Walau potretnya telah meninggalkanku untuk selamanya. Namun jiwanya tetap hidup dalam kalbuku.



Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Hostgator Coupon Code